28 October 2016

Bagian-bagian Stick Billiard : Tip


Setelah sekian lama, tepatnya 4 tahun, 1 bulan dan 2 hari atau 1.509 hari, akhirnya saya menambahkan artikel baru. Akhirnyaaaa..... :)

Masih seputar soal billiard, kali ini kita bahas bagian atas dari Two Piece Cue atau stick sambung.
Yang pertama adalah Tip atau di rumah billiard sering disebut Master Tip.

Tip / Master Tip. (sumber: www.seyberts.com)
Tip merupakan bagian dari stick yang bersentuhan langsung dengan bola dan bagian pertama yang memberikan feel pada saat memukul bola. Tip biasanya terbuat dari kulit hewan, umumnya babi dan sapi, namun juga ada yang terbuat dari bahan polimer sintetis yakni Phenolic. Tingkat kekerasannya pun berbeda, mulai dari sangat lembut (SS), lembut (S), sedang (M), keras (H) dan sangat keras (tidak dikategorikan dengan huruf, tetapi dengan jenis (Break/Jump Tip). Untuk SS s.d H sering di jumpai berbahan kulit walau beberapa merk hanya tersedia tingkat kekerasan (S, M, H), dan Break/Jump Tip biasanya dijumpai berbahan Phenolic/Linen Phenolic walaupun ada juga yang berbahan kulit.



Tip yang berubah bentuk seperti jamur
(mushrooming)
Semakin lembut, semakin sedikit tenaga yang ditransfer ke bola putih, tetapi spin/efek yang diterapkan menjadi lebih terlihat/mudah dilakukan, dan sebaliknya semakin keras, semakin banyak tenaga yang tersalurkan ke bola putih tetapi spin/efek menjadi sangat tidak terlihat/sulit dilakukan karena daya cengkeram tip ke bola lebih cepat dibanding tip lembut. Karena tingkat kekerasan inilah yang membuat tip lembut lebih memerlukan pemeliharaan karena semakin lama akan berubah bentuk seperti jamur (mushrooming).



Dime dan Nickel. (sumber: www.poststar.com)
Bentuk lengkungan tip (tip curvature) yang bersentuhan dengan bola dibagi dengan dua bentuk, yaitu nickel dan dime. Nickel memiliki bentuk yang tidak terlalu melengkung dibanding dengan dime. Mungkin ada yang bertanya, "apakah berpengaruh?", jawabannya tentu sangat berpengaruh. Dime Tip Curvature membuat efek spin lebih terlihat, namun terkadang apabila belum terbiasa maka bola putih akan menjadi tidak terkontrol atau liar. Dime Tip Curvature juga bisa menyebabkan miss cue atau sering disebut kets apabila ayunan masih belum sempurna atau kurang rapi menggosok kapur.


 Dime dan Nickel setelah diterapkan
 bentuknya pada tip.


Berbeda halnya dengan Nickel Tip Curvature, kontrol bola yang dihasilkan lebih baik, tidak sering terjadi miss cue, namun efek spin yang dihasilkan tidak terlalu terlihat, oleh karena itu curvature ini sering dipakai untuk stik break dan jump pada umumnya. Tentunya untuk masing-masing orang berbeda, beberapa teman saya lebih suka menggunakan nickel, sedangkan saya sendiri dulunya menggunakan nickel tapi sejak 7 tahun lalu saya beralih ke dime.

Triangle Standard/ Non Layered Tip.
(sumber: www.muelers.com)
Seiring berjalannya waktu, tip saat ini banyak diproduksi dengan menggunakan metode lapis demi lapis kulit yang ditumpuk dan direkatkan menjadi satu yang dikenal dengan layered tip (seperti gambar pertama). Layered tip ini lebih mudah di rawat dari pada standard tip/non layered tip, namun beberapa orang masih setia menggunakan standard tip. Standard tip misalnya tip buatan ElkMaster dan Triangle, sedangkan layered tip mudah dikenali dengan adanya beberapa garis horizontal maupun beda warna kulit pada tiap lapisan tip itu sendiri. Dengan proses produksi tersebut, membuat harga layered tip menjadi cukup mahal namun paling mudah untuk dijumpai.


Beberapa contoh tip.
(sumber: www.poolplayersguidetovegas.com)

Sekarang pertanyaannya adalah "tip merk apa yang bagus dan cocok untuk saya?". Ya, pertanyaan tersebut sering saya dengar dari beberapa teman yang baru belajar bermain dan mulai tertarik dengan peralatan billiard termasuk saya sendiri belasan tahun yang lalu. Menjawabnya agak gampang dan agak susah! Pertama, gampang karena kita hidup di jaman iklan yang luar biasa hebat dampaknya, artinya walaupun produk yang diiklankan belum tentu bagus, kita sudah bisa memperkirakan seperti apa produknya nanti karena iklan tersebut. Kedua, susah karena tidak semua jenis tip dapat kita jumpai terutama di Indonesia, selain itu waktu dan uang yang harus dikorbankan untuk gonta-ganti tip hanya untuk mencari yang pas sangatlah banyak. Saya sendiri dulu menggunakan Triangle dan LePro karena masih belum terlalu serius, kemudian berganti ke Moori, Everest, Kamui Original, Kamui Black dan sekarang Kamui Black Clear. Cobalah bertanya kepada beberapa teman anda yang mahir, apa kelebihan dan kekurangan tip yang dia pakai, dari situ anda mungkin dapat menarik kesimpulan tip apa yang harus anda coba pertama kali.

Akhirnya anda sendiri harus mengeluarkan dana mencoba tip baru dan mencoba curvaturenya. Ketika anda mencoba tip di stick milik teman, yang perlu anda ingat adalah keseluruhan stick tersebut mempengaruhi feel pada saat anda mencobanya. Misalkan beberapa stick saya sangat cocok menggunakan kekerasan Medium, namun ada beberapa yang harus diturunkan menjadi Super Soft baru terasa enak. Jadi belum tentu kekerasan Medium pada stick teman, akan terasa sama pada stick anda. Sekarang tergantung apakah tip yang menyesuaikan ataukah anda yang menyesuaikan untuk stick pertama anda?

Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat untuk anda. Kita jumpa lagi di posting berikutnya tentang ferrule dan lain-lain.

0 komentar:

Kategori

Sahabat Karib

About Me

My Photo
Samuel Sahertian
Terlahir sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Sering dipanggil dengan nama Sammy, kemudian pada bangku pendidikan lebih dikenal dengan nama Samiun. Kegemaran dari kecil adalah mengutak-atik barang-barang elektronik. Kegemaran itu berlanjut sampai pada suatu saat tersengat listrik dan akhirnya memilih mejadi musisi.
View my complete profile

Obrolan


Chat With Me

Money Changer

Donate Us To Improve The Blog

Komentar Terakhir

Posting Terakhir